Rabu, 11 Maret 2009

Teater Untuk Anak-Anak Sebagai Sarana Pendidikan

Kereta Api Bumel adalah simbol dari Persatuan dan Kesatuan Bangsa. Dimana anak-anak tentram dan damai serta gembira bermain bersamanya. Namun kegembiraan mereka menjadi rusak bilamana kawan bermain mereka dihancurkan dan dipecah belahkan oleh Pak Jail - orang yang berkuasa dan merasa berhak menghancurkan Kereta Api Bumel, karena dia tidak senang dengan anak-anak.


Akhirnya Mat Jes Jos (Mantan Masinis Kereta Api) dan Trindil (seorang gadis kecil yang lincah, dan cerdas) bertekad mengembara mencari bagian-bagian Bumel yang hilang untuk dipersatukan kembali.


Peristiwa demi peristiwa mereka alami dengan suka cita, walaupun jiwa dan raga hampir menjadi korban ulah seorang Guru, Ayah yang egois, bahkan ulah seorang Profesor yang lebih mementingkan hasil teknologi yang dia ciptakan dari pada memikirkan nyawa manusia. Bahkan juga menangkap Pak Munafik - yang berusaha menjerumuskan anak-anak ke dalam pengaruh NARKOBA dengan salah satunya membagikan permen yang dalamnya sudah di isi narkoba. Namun kejahatan demi kejahatan mereka lalui dengan arif dan bijaksana tanpa ada kekerasan dan perkelahian.


Dengan bantuan anak-anak (penonton), satu demi satu bagian Bumel dapat ditemukan dan disusun sehingga kembali utuh seperti semula. Jadilah Kereta Api Bumel yang mungil dan lucu yang menjadi dambaan anak-anak.


Setiap adegan keterlibatan penonton (anak-anak) dijalin begitu rupa baik dialog maupun laku, pementasan bukan lagi hanya diatas panggung, tetapi auditorium menjadi ajang kreatifitas bagi anak-anak sehingga anak-anak merasa bergembira, bersuka ria dan bernyanyi bersama.

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar